The Wanderer
Akulah Sang Pengembara…..
Yang rindu akan kebebasan
Kebebasan menyuarakan kebenaran
Kebebasan menikmati dunia
Kebebasan dari ketakutan dan tekanan
Kebebasan dari pengapnya topeng kemunafikan
Akulah Sang Pengembara…..
Yang tertatih-tatih
Balok kayu memasung tubuhku
Rantai baja mengikat tangan dan kakiku
Kain hitam menyumpal mulutku
Tali kolot menjerat leher sukmaku
Oh…aku mau berjalan tegak….
Akulah Sang Pengembara…..
Jangan bilang aku seorang pengecut
Bersembunyi bukan karena takut
Ingatlah….!!
Kegelapan membuat sinar bulan lebih bermakna
Keheningan membuat suara lembut nyaring terdengar
Kemisteriusan melindungi kemurnian nurani
Kejujuran membutuhkan bayangan ’tuk melindungi
Oh….semoga kau mengerti makna kegaibanku….
Akulah Sang Pengembara…..
Yang hanya mampu mengawasi
Rayap-rayap menggerogoti dinding Indonesiaku
Tikus-tikus berpesta merencah makananmu
Sedangkan semut-semut berdesak berebut tetesan gula
Dengarlah…..
Anjing-anjing menggonggong hanya menipu
Kucing-kucing mengeong mengaku-aku
Sementara macan-macan tidur asyik menunggu
Akulah Sang Pengembara…..
Yang mendambakan kedamaian
Mana pemimpin yang adil….?!
Mana wakil rakyat yang berhati nurani…?!
Yang muncul hanyalah pemimpin yang naif
Yang muncul hanya penyikut yang mahir
Yang muncul adalah pembela kebenaran pribadi
Yang muncul hanya simbol-simbol kepentingan
Sementara aku tak berdaya….
Aku muak…..
Aku benci dengan diriku…!!
Akulah Sang Pengembara…..
Kuputuskan untuk pergi
Mencari keadilan sejati
Mencari kedamaian insani
Mencari kebebasan rohani
Tanpa tekanan….
Tanpa tuntutan….
Just walk….
Just laugh….
S I N I S…..!!










