Hasil Pileg 2009 (koq jadi Pileg sih istilahnya….jadi mirip banget dengan pelaksanaannya yang pilek juga….), bener-bener mengejutkan prediksiku terutama kenyataan mlorotnya perolehan suara semua partai peserta pemilu 2004….kecuali Partai Demokrat yang unggul jauh dengan 20, sekian persen. Golkar partai pemenang Pemilu 2004 bener-bener gembos dengan hanya 20% saja….walau gembosnya kalo menurut saya bukan karena digembosi partai demokrat tapi karena larinya kader-kader partai terbaik seperti Wiranto (yang dengan Hanuranya dapet 4, sekian %) dan Prabowo (yang dengan Gerindranya dapet 4, sekian persen juga). Juga PDIP yang ternyata harus semakin berjuang di masa-masa mendatang mengingat trend menurunnya yang terus menerus sejak Pemilu 2000….utamanya dalam merestrukturisasi para kadernya yang terbukti tidak lagi berpihak pada rakyat dan malah seringkali tertangkap KPK karena ketahuan ikut-ikutan ngobok-ngobok harta bendanya rakyat….
Setelah Pileg yang berakhir pilek, kini semua partai sibuk kasak kusuk saling intip saling bertemu buat merapatkan barisan guna menghadapi Pilpres 2009 yang rencananya akan berlangsung pada 9 Juli 2009. Bola panas saat ini memang sedang ada ditangan SBY karena kemenangan taktik Pileg-nya….hingga tidak heran jika survey-survey semakin mengokohkan posisi SBY sebagai kandidat terkuat sebagai pemenang Pilpres 2009…. Hanya saja dengan ngacung sendirinya JK sebagai Capres dari Partai Golkar maka otomatis SBY hanya sendirian dalam Pilpres 2009 alias gak punya pendamping atau Cawapres…Walau demikian bagi SBY hal itu gak ada masalah sama sekali….mengingat banyak partai yang berlomba-lomba mengajukan kadernya sebagai Cawapres mendampingi SBY. Sejauh ini SBY kelihatan masih tenang-tenang saja dalam menghadapi maneuver lawan-lawan politiknya itu….Soalnya ibarat kata Cawapresnya semisal Mbah Maridjan atau Sumanto sekalian hasilnya pun gak jauh berbeda…. SBY tetep akan jadi Presiden RI 2009-2014…..!!
Tentu saja pertanyaan menarik berikutnya adalah siapa sosok yang paling pantas mendampingi SBY buat memimpin negeri ini. Mengingat suara Demokrat sudah cukup buat mendaftarkan SBY sebagai Capres maka sudah seharusnya Demokrat harus arif dalam memilihkan pendamping SBY…..dan seharusnya juga Demokrat tidak lagi konsentrasi pada seberapa besar suara yang ada dibalik sang Cawapres….tapi seharusnya Demokrat konsentrasi pada sosok-sosok yang mampu melengkapi kompetensi SBY dalam memimpin negeri ini. Dan biar para pemimpin Demokrat gak bingung, coba simak deh usulan saya tentang pendamping SBY berikut…
- Jusuf Kalla. Bagi saya sosok inilah sebenarnya yang paling tepat buat mendampingi SBY. Terus terang Indonesia menangis dengan perpisahan Dwi Tunggal baru Indonesia ini. Dan saya yakin Jusuf Kalla pun secara pribadi menangisi perpisahan yang harus terjadi….Tapi mau bagaimana lagi JK harus tampil sebagai orang nomor satu mewakili Partai Golkar yang sedang marah karena suaranya yang gembos….Dan peristiwa ini membuktikan teori politik bahwa tak ada satu pun manusia yang bisa bebas menentukan nasibnya sendiri setelah terjebak dalam pusaran politik !! Politik itu kejam….Politik itu adalah Machiavelli….yang akan mengorbankan apa saja termasuk nasib sebuah negeri guna semata-mata memenangkan kepentingannya….Dan gak butuh waktu lama, 1 Mei 2009 JK secara resmi menggandeng Wiranto sebagai pasangannya dalam Pilpres 2009. Sebuah keputusan yang bener-bener memupus kemungkinan bersatunya kembali SBY-JK buat memimpin negeri ini….Dan ‘perang Saudara’ ini akan selalu dikenang sepanjang sejarah pemerintahan negeri ini….Dan yang bisa dikenang hanyalah momen terakhir saat SBY mengumumkan secara damai peperangan itu saat duduk bersama JK dalam sebuah sidang kabinet sembari mengatakan bahwa persaingan itu tidak harus dilakukan dengan sikap bermusuhan melainkan dengan damai…..walau tentu saja penuh tangisan ribuan pendukung dwi tunggal SBY-JK….
- Hidayat Nur Wahid. Meski bagi banyak orang Hidaya Nur Wahid merupakan sosok yang paling ideal buat mendampingi SBY, bagi saya sosok ini bukanlah yang terbaik. Kelemahan utama terletak pada pengalamannya yang minim di bidang birokrasi sehingga dia akan selalu mengalami kesulitan dalam mewakili SBY baik saat sidang kabinet maupun saat menghadiri kunjungan-kunjungan, baik dalam maupun luar negeri sehingga dapat diatakan Hidayat Nur Wahid akan menjadi Wapres yang selalu tenggelam di bawah bayang-bayang dominasi SBY….dan tentu saja hal itu akan sangat melelahkan SBY yang selama ini sangat terbantu dengan kehadiran JK. Walau demikian, sosoknya yang berasal dari kalangan sipil sekaligus kyai akan sangat mendukung sosok manusiawi SBY yang kadang terlalu keras saat mulai dikritik lawan-lawan politiknya sekaligus akan lebih mengangkat citra SBY yang agamis dan anti korupsi…
- Sri Sultan Hamengkubuwono. Sosok Raja Jawa ini sebenarnya lebih pantas bersanding dengan SBY sebagai Wapres daripada Hidayat Nur Wahid. Keunggulan sang raja terletak pada pengalamannya dalam memimpin DIY selama puluhan tahun serta wawasan dan pengetahuannya yang luas terhadap aspek-aspek birokrasi, hubungan luar negeri maupun pengaturan sebuah wilayah, termasuk mungkin pada pengentasan kemiskinan dan pengangguran….Satu kelemahannya adalah sifatnya sedikit mirip dengan SBY karena latar belakangnya yang seorang raja hingga susah untuk menerima kritik juga. Walaupun cocok sebagai pendamping SBY, Sri Sultan belum tentu mau menjadi pendamping SBY karena partainya (Golkar) jelas-jelas bersebrangan dengan SBY. Disamping itu, ambisinya mundur dari Gubernur DIY secara jelas adalah buat mencalonkan diri sebagai RI 1…bukan RI 2. Iming-iming bahwa Wapres SBY periode ini merupakan kader Presiden RI periode berikutnya mungkin dapat diberikan buat meluluhkan ambisi Sri Sultan hingga mau menjadi pendamping SBY…
- Siswono Yudho Husodo. Sosok ini sebenarnya merupakan pilihan yang baik juga bagi pendamping SBY karena pengalaman dan pengetahuannya yang luas di bidang pemerintahan ples track record-nya yang bersih hingga bisa dikatakan sebagai JK baru bagi SBY….Hanya saja sosok pintar ini kurang populer di dunia politis (mirip banget dengan JK waktu 2004…yang juga kader Gokar sing gak payu)…hingga saya ragu SBY akan mau memilihnya sebagai Cawapres…kecuali pas iseng searching SBY menemukan ulasan saya ini…..
- Muhaimin Iskandar. Dengan bergabungnya PKB ke dalam koalisi Demokrat saya yakin Muhaimin pun pengen banget dipilih sebagai pendamping SBY….Hanya saja, sosok ini bisa dikatakan mirip banget Hidayat Nur Wahid dalam versi yang lebih kecil (suaranya) ples lebih jelek….
- Sutrisno Bachir. Sampai saat ini PAN masih belum menentukan pilihannya mau gabung ke koalisi Demokrat atau ke Golkar atau ke PDIP…. Dan saya yakin Bachir akan bergabung dalam koalisi yang bersedia menawarinya kursi Cawapres sebagai bukti eksistensi PAN di koalisi tersebut. Walau pintar dan memiliki visi kepemimpinan yang baik dengan terbukti berhasil mempertahankan PAN di 10 besar partai….tapi sosoknya sedikit licik, mirip-mirip gurunya si kancil Amien Rais lah….hingga bisa dikatakan Sutrisno Bachir ini mirip-mirip Akbar Tanjung millennium lah….
- Hatta Rajasa. Sosok ini yang dijagokan Amien Rais sebagai pendamping SBY dari PAN. Bagi saya Hatta Rajasa termasuk politisi yang pintar sekaligus sangat menguasai birokrasi hingga cukup pantas sebagai pendamping SBY. Hanya saja, sikapnya yang secara politis bisa dikatakan lugu akan menyebabkan langkah tokoh ini banyak disetir sama Amien Rais dan AM Fatwa para tokoh-tokoh tua pendiri PAN…
- Bachtiat Chamza. Pengennya sih dia jadi pendamping SBY……tapi gak pantes babar blas….!! Bagi saya sosok ini tak ubahnya kacung bagi SBY….apalagi partainya jelas-jelas memilih koalisi dengan kubu lain….Surya Dharma Ali kayaknya lebih baik deh dari tokoh tua ini….
- Dari kader Demokrat sendiri….?! Setelah 4 tahun wira-wiri di kancah perpolitikan nasional, kayaknya hampir gak ada deh kader dari partai demokrat sendiri yang pantaes mendampingi SBY….Bahkan kader partai demokrat pun hampir gak ada yang menonjol ditampilkan sebagai sosok yang bisa dikatakan tokoh nasional… Paling yang terkenal cuman Anas Urbaningrum atau pasangan Aji Massaid-Angelina Sondakh yang ngartis melulu…atau Si Andi Malarangeng yang seperti mentri alias pembantu SBY….bahkan ketua umumnya pun gak terkenal and akunya juga gak tahu…(heran juga, partai model begini koq ya bisa menang pemilu…karena pinternya mereka bertameng dibalik SBY….pa rakyat pemilihnya yang emang geblek….) So…kayaknya gak bakalan ada deh Cawapres yang diusung Demokrat buat mendampingi SBY….
- Salimin….?! Terus terang sampai saat ini saya tidak tertarik nimbrung di dunia politik. Bahkan jika SBY meminta saya sebagai pendampingnya pun….Nyuwun sewu saya akan menolaknya….Mungkin 3 atau 4 periode Pilpres lagi saya baru bersedia memunculkan diri saya yang saat ini masih suka bermain-main dengan kemisteriusan saya….










