Dunia pertelevisian pasti mencatat sebuah serial televise yang fenomenal yakni Para Pencari Tuhan yang tahun ini sudah memasuki episode ke-3. Sinetron yang sangat Ngendonesia banget alias mengambil tema tidak muluk-muluk plus antah berantah melainkan sekedar sederhana hingga sangat cocok dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah. Dan yang bikin seru dan selalu dinantikan adalah sindiran-sindiran halus yang selalu disajikan khususnya dalam mentertawakan kenaifan cara berfikir dan kekonyolan masyarakat kelas bawah (yang memang sebagian besar masyarakat kita khan ada di situ), yang bukan tak mungkin hal itu sering kita lihat di sekitar atau malah kita lakukan sendiri. Dan rasanya tidak kaget jika kita melihat orang yang ada dibalik sinetron cerdas itu adalah Mbahnya perfilman Indonesia….Deddy Mizwar…walau masih malu-malu mengakui bahwa sinetron itu adalah hasil karyanya mengingat title sutradara jilid ketiga ini adalah…M Zikrillah….
Masih didukung dengan trio Bajaj (Aden, Juki, ), Agus Kuncoro, Jarwo Kwat serta si cantik Zaskia Meka….sampai dengan episode puasa hari ketujuh, sinetron PPT jilid ketiga ini asyik bermain-main dengan nyindir berat dunia perpolitikan nasional yang baru usai berpesta dan ngabisin duit banyak sekali….melalui contoh sederhana dari pemilihan seorang ketua RW yang bener-bener bikin geli karena bener-bener nyindir habis kelakuan para balon (bakal calon) baik dari kalangan anggota legislative, kepala daerah, atau malah Capres dan Cawapres…mulai dari cara merayu masyarakat yang seringkali dikatakan KPU melanggar peraturan tapi tetep dibiarkan mengingat semua balon juga melakukannya….(soalnya kalo yang melanggar didiskualifikasi…bisa-bisa semuanya kena dis hingga gak jadi ada pemilu he…he..he….). Dan terus terang saya salut dengan para pentolan sinetron ini yang tetep mempertahankan jam tayangnya hanya pada bulan romadhon (walau diulang di hari lain)…bukan hanya sekedar mencocokkan genrenya yang religi itu…tapi lebih karena para penggagasnya ingin mempersiapkan dengan sebaik-baiknya, tidak ingin membuat sinetron ini asal-asalan hingga kehilangan sentuhan kualitas ….yang selelu dirindukan penontonnya.

Untuk kali ini saya hanya hendak memaparkan catatan-catatan saya seputar sindiran-sindiran politik yang dilakukan sinetron PPT…..bukan agar dibaca Anda saja, tetapi lebih agar sinetron ini selalu saya kenang jika lagi sebel dengan bejibunnya sinetron-sinetron mbel gedhes yang semakin sering muncul di televise….
1.Para Calon yang Gak Kualified. Tergambar dari tokoh Pak Idrus yang mantan RW dan ingin mencalonkan lagi walau untuk berpidato saja susah hingga mencerminkan motivasi yang hanya sekedar nyari-nyari pekerjaan setelah pensiun….sesuatu yang banyak ada pada para politikus kita yang hanya berpolitik untuk sekedar nyari kerjaan paska pensiun. Lalu ada Pak Jueng si tukang sayur yang tentu saja motivasi utamanya adalah agar dagangannya laris setelah jadi RW karena bisa menguasai pasar….ples tentu saja agar balik modal lah. Terakhir adalah Maulana Malik Ibrahim, seorang muda yang ambisius tapi dianggap gak berpengalaman karena latar belakang pekerjaannya yang juga gak jelas….atau malah pengen jadi RW biar punya pekerjaan tetap…..sindiran bagi beberapa pemuda pemudi politikus kita yang kerjaannya memang cuman politikus doang….alias nyari duit dari berpolitik….
2.Visi berpolitik nan Bias. Digambarkan dari program-program yang semula bagus dari para calon, yakni : Pak Idrus yang pengen mengentaskan kemiskinan, lalu Pak Jueng dengan sembako murahnya, sementara Maulana yang dengan kesehatannya… Bagus sih, hanya saja begitu salah satu calon melakukan pelanggaran yang digambarkan dengan melakukan money politik…maka visi misi itu menjadi bias dan berganti menjadi balikin modal kampanye…..
3.Cara Berkampanye yang salah. Penuh dengan janji-janji muluk yang susah terealisasi….lebih suka membeberkan kelemahan program lawan politiknya hingga lupa memaparkan programnya sendiri…dan tentu saja cara berkampanye yang menawarkan duit dan barang bagi rakyat agar memilih dirinya….Bahkan Pak Idrus malah bagi-bagi duit pada kuli bangunan yang ternyata bukan warga RW tersebut…..Atau perilaku Maulana yang tanpa bertanya dulu, berinisiatif menurunkan pasir dari atas truk yang ternyata malah seharusnya dinaikkan… seolah-olah nyindir ulah para calon yang sering menjanjikan atau memberikan suatu program yang sebenarnya tidak dibutuhkan masyarakat….
4.Kelakuan Calo Politik. Calo politik di Indonesia terlihat masih bersifat sebagai provokator alias tukang kompor biar suasana menjadi panas hingga para calon jadi terlalu bersemangat…hingga keluar duit yang banyak…walau pada dasarnya para calo politik itu sama sekali tidak membuat citra calon meningkat di mata masyarakat alias kontribusinya buat kesuksesan calon minim banget kecuali bikini kantong si calon semakin minim….sesuatu yang sebenarnya disadari calon walau seperti rokok….tahu bahayanya tapi gak ada niat buat berhenti ngrokok…
5.Warga Yang Mulai Cerdas. Dalam arti mereka dengan sukarela menerima sogokan para calon meski masalah memilih tetaplah sesuka hatinya sendiri…. Sesuatu yang seringkali terlambat diantisipasi oleh para calon akibat sangking pengennya mereka terpilih….Bahkan para santri pun sekarang tidak mau lagi manut kyainya buat milih calon tertentu….mungkin Semarang mereka mulai berfikir “Yang dapat bagian khan Njenengan saja kyat…sementara kami-kami tidak….jadi ya untuk masalah agama kami tetep manut…sementara masalah politik khan masalah lain…”
6.Agama sebagai Alat Politik. Digambarkan dari ucapan kampanye ala pertahanan Sicilia Pak Idrus yang menyatakan bahwa jabatan adalah amanah Tuhan hingga dia tak berniat buat melepaskan jabatan yang telah dianutnya buat menyejahterakan rakyat…. sebuah retorika politik yang enak didengarkan, walau kemudian ketahuan bahwa itu hanyalah sekedar strategi memenangkan pemilihan saja….Dan begitulah nasib agama di negeri ini yang bukan lagi sebagai tuntunan hidup, tetapi lebih sebagai alat buat mencapai keinginan dan kepentingan suatu kelompok tertentu…
7.Warga Tak Mau Ambil Resiko. Akhirnya dengan satu pidato pamungkas…. Pak Idrus tetep menjadi ketua RW…. Jadi inget Pak Jusuf Kalla yang sudah demikian tampil apik saat kampanye….tapi yang terjadi adalah suara yang didapat demikian minim…. seolah-olah gak ngaruh upaya yang dilakukannya. Artinya JK bukanlah tokoh yang populer hingga sebagai konsekuensinya posisinya pun sebagai ketua Golkar terancam hilang…. Walau menurut saya sih bukan semata-mata kesalahan JK dan timnya….melainkan sikap banyak masyarakat yang tidak mau ambil resiko dengan sesuatu yang baru…dan itulah beda Amerika dan Indonesia….
8.Nasib Calon Paska Pemilihan. Bagi yang kalah tentu saja sedih banget campur bangkrut habis-habisan seperti Pak Jueng yang bahkan tidak bisa kolakan dagangan lagi…walau kalau difikir-fikir calon yang menang pun duitnya semakin habis karena ulah para pendukung yang pasti ngajak syukuran paska kemenangannya…..digambarkan secara Manis lewat kemarahan istri Pak Idrus yang kehabisan duit belanja karena duitnya dipakek buat nraktir ganti gigi palsu oleh Pak Idrus….
9.Kemarahan Calon Yang Kalah. Begitu kalah Pak Jueng langsung mendatangi rumah warga yang pernah diberi diskon sembako buat memilihnya….Sementara Maulana malah sibuk memenuhi got-got dengan sampah-sampah…karena merasa upayanya buat membersihkan got yang mampet selama kampanye gak membuahkan hasil….mmmm…moga-moga gak seperti dugaan SBY yang merasa ada upaya pembunuhan buat dirinya paska kemenangannya…atau malah nuduh pengeboman dilakukan oleh para lawan politiknya yang sakit hati….
10.Masa Kampanye Yang Indah. Indah karena semua calon pasti menawarkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat….sementara masalah pelaksanaan paska terpilih itu masalah lain…..pasti ada saja alasan parpol buat mengingkari janji kampanye….kesulitan dana lah….tak ada dukungan politis lah….ada program lain yang lebih bermanfaat dan perlu prioritas lah….










