Apakah Anda orang yang pernah menikah…?! Jika ya….pernahkan Anda merasa ragu untuk menikah…?! Saya yakin jawabannya pastilah iya. Wajar koq, semua orang pasti pernah mengalami keraguan walau hanya sebersit untuk menikah. Menemukan seseorang yang kita cintai sepenuh hati mungkin iya….tetapi memutuskan untuk hidup bersama dengan orang tersebut di sepanjang waktu… di sepanjang hari…?! Kalau itu sih masalah lain….mungkin begitulah jalan pikiran Anda (terutama yang sampai saat ini masih sibuk membujang…). Lalu bagaimana cara Anda untuk mengatasi keraguan itu….?! Mungkin jawabannya adalah jalani saja dengan terpaksa. Masalahnya, undangan sudah kadhung disebar…katering sudah dipesan….sementara pakaian penganten sak ubo rampene juga sudah siap….masa pernikahan tersebut harus dibatalkan. Gak lucu lah….Yo wes jalani saja siapa tahu enak…kalau gak enak….ya dipikir belakangan….He…he…he….
Lalu gimana jika saat hati Anda sedang ragu-ragu untuk menikah, tiba-tiba ada orang yang berbaik hati untuk menasehati Anda agar menikah. Seneng juga…walau dahi jadi berkerenyit jika yang menasehati itu belum pernah menikah. Pasti Anda akan bertanya hal yang sama dengan tokoh Jim saat dinasehati Ryan Bingham dalam film ”Up in The Air”
”Lalu mengapa kamu sendiri koq belum menikah…? Apa inti pernikahan sih…?”
Tentu saja si Bingham blingsatan juga dengan skak matt dari sang calon iparnya yang tiba-tiba ragu-ragu itu. Hanya saja sebagai seorang kakak, Bingham mau tidak mau harus bisa meyakinkan sang calon adek ipar yang ragu tersebut untuk menikah. Soalnya semua sudah siap sih…masa tiba-tiba pernikahan itu harus batal….?! Hingga jawabannya pun harus bagus walau dimulai dengan kalimat pembenar seperti
”Memang sih pernikahan itu tidak ada intinya….” Dan memang inti pernikahan itu bukanlah untuk mencari inti apalagi meributkannya.Menikah ya menikah. Sudah takdirnya manusia untuk menikah…mendapat keturunan…membesarkan anak….menjadi tua…mendapat cucu dst…dst…. Itu kalo bisa punya anak, kalo tidak….?! Bahkan banyak artis kita yang ikut seru-seruan ala orang Barat sono…yang punya anak tanpa menikah…. Wah ini menjadi menarik, kayaknya….Saya sendiri juga pernah merasa ragu untuk menikahi ’mantan’ pacar saya dulu. Sebagai seseorang yang mencintai kebebasan rasanya eman jika sang bujangan merdeka ini harus terikat dengan seseorang. Dan yang lebih gawat lagi, begitu saya memutuskan serius dengan pacar saya….tiba-tiba saja banyak wanita cantik bersliweran di dekat saya… seolah-olah ngiwi-ngiwi untuk segera dipetik….dan kayaknya gampang lagi (padahal sebagai bujangan, saya dulunya bukan termasuk orang yang laris manis tanjung kimpul di jagad percintaan….selalu ditolak disana sini….) widuh-widuh….Bagaimana dengan Anda….?! Apakah Anda juga begitu….?! Jadi ragu khan…ragu khan…..
Lalu buat apa kita menikah….?! Mencari teman suka maupun duka kah….?! Mungkin kalo wanita begitu. Sementara sebagai lelaki, saya cenderung gengsi menunjukkan kesedihan, kesulitan hidup pada pasangannya (bahkan sampai sekarang…!!). Lebih baik kalo lagi sedih atau suntuk atau banyak problem, mending ngeluyur atau nonton pilm ke bioskop sendirian. Kalo tidak ya….begini ini. Curhat via blog atau facebook-facebook begitu.
Pernikahan itu intinya sih memang berbagi…tetapi mungkin kalo saya hanya buat berbagi suka lah…Ya…saat akunya dapat rejeki, lagi bahagia, dapet promosi….istrilah yang siap menampung kita saat kita demikian bahagia…dan bagusnya istri akan dengan tulus ikut berbahagia dengan kebahagiaan kita….tanpa rasa ngiri, dengki, syirik lihat orang laen senang….Dan yang lebih penting, kitanya juga merasa ikhlas jika istri kita itu ikut menikmati kebahagiaan kita…termasuk jika dianya yang lebih menikmati hasil keringat kita daripada kita sendiri….(soalnya suami khan biasa berpeluh-peluh ria di kantor buat kerja sementara sang istri kadang malah belanja-belanja ke mall saat kita sedang capek kerja…..)
Bagaimana….?! Setuju dengan prinsip saya itu….?! Gak setuju juga gak pa…pa…koq… Atau Anda lebih setuju nasehat Ryan Bingham…?!
”Saat kau ragu Jim….Apakah kau sedang sendirian atau bersama calon istrimu….?! Sendirian….?! Lalu apa yang kau rasakan…?! Kesepian….?! Nah mungkin itulah alasanmu untuk menikah….agar dirimu tidak merasa kesepian. Sebagai contoh seorang pilot butuh seorang co pilot untuk menemaninya di cokpit pesawat….“
Sebuah nasehat yang bagus walau kemudian menghantam pada Ryan Bingham sendiri karena kemudian dirinya menjadi merasa kesepian hidup di dunia ini. Dan tambah kesepian saat Alex, seorang wanita ’cinta satu malam’ yang ditemuinya selama ini dan menjadi semakin dirindukan, ternyata di rumah telah memiliki anak dan suami. Begitulah jika terlalu lama menimbang-nimbang tak perlu. Ibarat mo naik bus saat ke kantor…. Bus pertama, mungkin tua dan jelek…Bus kedua, mungkin bagus tetapi penuh….Bus ketiga, gak mo berhenti…. Begitu udah mo telat….buru-buru naek, ternyata salah jurusan…. la…la….la….










