Mahadewi Langit itu berujud Siswi IPDN

“Manusia hanya akan melihat sesuatu yang ingin dilihatnya”

(Fan Gamma Bizen/Masatoshi Kawahara)

Tidak tahu kenapa tiba-tiba pikiran usil ini muncul. Setelah melihat berbagai tayangan televisi tentang kekerasan dalam lingkup lembaga pendidikan bernama APDN, juga setelah membaca berbagai ulasan di koran maupun internet, serta ragam opini dari para blogger mania……ada yang janggal dalam berbagai informasi itu. Kalimat diatas, saya dapat dari sebuah komik Jepang (tale of the sea king), seakan menyadarkan adanya kejanggalan dalam kasus itu. Ya….jika siswa IPDN ibarat sang dewa iblis Carldica Maibose (ini juga dari komik Korea “Rebirth”)…maka sang penyeimbang adalah Riris….mahadewi langit…sang dewi cahaya yang turun ke bumi karena kegelapan yang ditimbulkan iblis….dan sang dewi itu pastilah para siswi IPDN….

Kita tahu alasan utama perlakuan kekerasan yang dilakukan para praja IPDN….ya…untuk mendidik mental para junior…..mengembangkan sikap kedisiplinan….serta selalu hormat terhadap senior….itu versi mereka……Dari situ ada pertanyaan yang mungkin akan menohok fikiran kita…. Kalau siswa IPDN ‘dididik ‘ dengan cara brutal seperti itu…..bagaimana model ‘pendidikan’ yang diterima oleh para siswi IPDN….apakah kekerasan yang sama dengan para rekan prianya….? Ah….saya kira tidak….juga tak ada catatan kekerasan dalam sejarah IPDN….dan kalau kita lihat hanya ada…..Masya Allah…!! Jangan-jangan….Oh My God lindungilah mereka…..

Dalam masyarakat Jawa kita kenal kejahatan yang bernama “molimo” alias 5 M, yaitu madat (narkoba), mabok (minuman keras), main (berjudi), medok (main perempuan) dan maling (mencuri). Kalau mateni atau pembunuhan, ada dimana kedudukannya..?! Saya kira ada ditrap yang lebih atas. Ini terbukti dari suatu kisah tentang keirian malaikat pada manusia. Ceritanya malaikat mempertanyakan pada Tuhan mengapa manusia makhluk yang paling mulia, padahal malaikat-lah makhluk yang paling berbakti. Jawab Tuhan adalah kalau malaikat diberi rahmat berupa nafsu maka malaikat akan berbuat kejahatan yang melebihi manusia. Singkatnya begitu diberi nafsu, malaikat tergoda wanita cantik nan seksi …. dan setelah diberi minum arak….terjadilah perzinahan itu….dan begitu konangan sama sang suami…maka suaminya itu dibunuhnya….Dari situ kita tahu bahwa muara dari semua kejahatan adalah pembunuhan…..

Saya tidak menuduh para siswa IPDN telah melakukan tindak kejahatan pada trap yang lebih rendah yakni ‘molimo’ itu (walaupun tidak ada salahnya diselidiki to….wong kayaknya gak mungkin orang melakukan kejahatan langsung ke trap tertinggi…..tentu tetap dengan praduga tak bersalah….. he…he…he…. ). Saya cuma khawatir dengan perlakuan ‘pendidikan’ yang diterima para siswi IPDN (tentu saja dengan do’a semoga praduga saya salah…). Kalo tindak ‘pendidikan’ yang bermuara pada pembunuhan itu….banyak tokoh IPDN, termasuk dosen, karyawan lain, bahkan siswa temen korban, banyak yang memilih untuk tutup mulut….bahkan memilih untuk melakukan demo memprotes media yang membesar-besarkan peristiwa…..termasuk terhadap dosen yang tidak loyal “Inu Kencana”….. (tindakan mahasiswa paling goblok yang pernah saya lihat…) Maka jelas terhadap perbuatan brutal yang ‘hanya’ mengakibatkan luka ringan, luka berat atau cacat…. para tokoh IPDN itu akan lebih diam bahkan bisu…..Dan untuk tindakan ‘pendidikan ala IPDN’ yang dilakukan terhadap para siswi IPDN, yang gak pernah disorot media, sampai IPDN dibubarkan pun saya yakin gak pernah ada yang tahu…….

Terakhir saya hanya akan meniupkan suara kecil, yang mohon direnungkan, difikirkan , disuarakan bersama-sama agar bisa lebih keras. Kalau para siswa IPDN mendapat perlakukan yang tidak manusiawi, hingga menyebabkan luka ringan, masuk rumah sakit, cacat, atau bahkan meninggal, maka coba kita renungkan….perlakuan apa yang kira-kira diterima oleh para siswi IPDN….?! Sekedar digojlok masuk lumpur, makan nasi basi, atau dimulai dengan sedikit pelecehan seksual….sexual harassment….perkosaan…atau malah digilir ramai-ramai…… dan harus setor sebulan sekali…… Oh My God…!! Semoga perkiraan saya salah…!!

Tetapi kalau para siswi IPDN itu tidak mengalami seperti bayangan saya….maka alangkah indahnya kehidupan mereka….Di tengah alam yang liar….buas…banyak iblis…….tanpa etika…tanpa nurani….mereka bisa hidup dengan nyaman….aman…. selamat tak kurang suatu apa….maka kita patut beri mereka penghargaan setinggi-tingginya….merekalah sang MAHADEWI LANGIT….yang tanpa banyak bicara akan turun ke bumi….menghapus segala kejahatan sang iblis durjana….Ya….Para Siswi IPDN itu pantas kita sebut RIRIS….Sang DEWI CAHAYA….plok….plok….plok….. (ah….kayaknya saya terlalu banyak baca komik minggu ini…..)

5 Balasan ke Mahadewi Langit itu berujud Siswi IPDN

  1. rusle mengatakan:

    Entah apa yang ada dipikiran para aparat pemerintah kita, mungkin betul kata Kolumnis Budhiarto Shambazy bahwa kita adalan “Insane Society“, masyarakat tak waras, yang pandai memutarbalikkan kebodohan menjadi kecerdasan, kekerasan menjadi disiplin, dan kebenaran menjadi sampah, sementara kebohongan menjadi barang manis….

    Luar biasa, para praja yang menjadi TERPIDANA pembunuhan Praja STPDN Wahyu Hidayat di tahun 2003 itu rupanya belum pernah me’nikmati’ eksekusi dari pengadilan, walau proses hukum mereka sudah selesai sejak 2005 lalu yang menghasilkan keputusan pengadilan Tinggi Bandung; masing2 (HANYA) 10 bulan penjara . Bahkan Mahkamah Agung sudah menolak kasasi yang mereka ajukan. Tapi BERUNTUNGLAH praja-praja pembunuh itu, status sosialnya membuat mereka diBOLEHKAN untuk menyelesaikan study di STPDN, walau dulu secara seremonial dinyatakan DIPECAT dari pendidikan. Bahkan mereka dijadikan PNS di lingkungan Pemerintahan Kota Bandung dan Sumedang. Mereka JAUH lebih BERUNTUNG dari maling ayam, maling motor, koruptor teri, dll yang langsung diBUI ketika mulai diadili, dan hukumannya bisa lebih dari SETAHUN!!.

    Empat dari terpidana itu; Bangun Robinson, Bennarekha Fibrianto, Oktaviano Santoso, dan hendi Setiadi menikmati indahnya menjadi PNS di Pemkot Bandung. Terus dua lainnya menjadi pegawai Pemda Sumedang. Enak nian, sudah membunuh praja, dipecat, diadili, divonis, tapi bisa kembali kuliah, diangkat jadi PNS dan melupakan ‘kejahatan’ nya di tahun 2003 ketika dengan arogannya membantai Wahyu Hidayat!

    Memang insitusi sombong itu perlu dibubarkan, senasib dengan rektornya yang dinon aktifkan. Beberapa pemerintah daerah seperti beberapa kabupaten di Prop Kaltim juga sudah bertekad untuk MENOLAK lulusan IPDN itu, terkait budaya kekerasan yang dipraktekkan. Daerah lain seperti Papua mengajukan untuk memiliki sistem dan sekolah IPDN sendiri. Jawa tengah sudah keberatan untuk membiayai IPDN.

    Seperti kata Tosari Wijaya, anggota DPR dari FPPP, IPDN hanya menghasilkan Drakula yang berseragam. Sadis.

    Thread detik.com beritanya:
    – Aneh, 8 penganiaya Wahyu Hidayat belum dieksekusi
    – 4 Penganiaya Praja Wahyu Hidayat bekerja di Pemkot Bandung
    – 2 Penganiaya Praja Wahyu Hidayat bekerja di Pemda Sumeda

  2. syanesti mengatakan:

    saya kira cm saya aj yang cintasama fan gamma bizen..
    happy 2 know ad yg tau komik ‘tale of the sea king’
    exist..
    saya msh ingt, fan gamma bizen bilang bgitu waktu ada yang nyamar
    jadi siapa-itu-orang-sakti-yang-mereka-cari..
    cm dia satu2ny yg g pcaya si penipu itu asli..

    i had fun reading ur post,
    keep rockin!!

  3. syanesti mengatakan:

    o iya..
    aruanja namanya..

  4. pasa mengatakan:

    btw.. seneng sama Fan Gamma Bizen kan.. nama bapak sama ibunya sapa ?? di sini agak payah muncul vol terbarunya. thx ya…

  5. vampir lembut mengatakan:

    bagi saya bukan hanya ipdn yg d persalahkan. tapi termasuk pemerintah yang hanya menghukum manusia pembunuh dengan hukuman kenikmatan. negara hukum. tapi hukum tak lebih dari bangkai busuk yang coba di sembunyikan. ipdn dan pemerintah. sama busuknya. bersenang diatas kotoran yang menjijikkan. kalau mau konfirmasi ne alamat email aq. bluevxxx@ymail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: