Matikah Fungsi Sosial dari Rumah Sakit…?!

Bojomu wis gowo bali Mas…..
“Belum Bu……”
Wah….yen kesuwen, mbayare dadi larang lo…..”

Entah sudah berapa kali saya harus menjawab pertanyaan yang sama….kapan istri saya dibawa pulang sehabis melahirkan…..dan komentarnya selalu sama….kalau lama-lama di rumah sakit takut mahal bayarannya….bahkan pertanyaan itu kadang datang dari seseorang yang tidak saya kenal….kaget juga dengan keterkenalan istri saya…tapi istri saya khan besar di kampong ini…jadi wajar saja kalu tetangganya ada yang saya tidak tahu….(atau malah saya yang terkenal ya…..?!)

Minggu ini sebenarnya hari yang membahagiakan buat saya….istri saya melahirkan bayi perempuan yang montok dan sehat…..Tapi seperti kebanyakan rumah sakit dengan manajemen modern….walaupun si ibu dan anak sehat…kita tidak diperbolehkan langsung membawanya pulang….masih capeklah…perlu chek kesehatan ulang lah….biar yakin dulu lah…sebenarnya aku sih awalnya tenang-tenang saja….sudah menduga sih…sampai muncul beragam komentar simpatik dari tetangga kanan kiri itu….kalau kelamaan bayarnya bias mahal Mas…biasa…Rumah Sakit PR (tak kasih inisial biar gak matiin nasi orang…) itu selalu begitu….habis melahirkan, walau sehat, pasti pulangnya dipersulit….soalnya biar bayarnya banyakan dikit….untungnya khan sedikit jika pasiennya cepat pulang…..dari sini hati saya terusik….

Kenangan saya kemudian melayang pada kelahiran anak pertama saya di Rumah Sakit yang sama….bukan langganan, cuman jaraknya dekat dengan rumah mertua saya di Yogya….saya teringat waktu itu anak pertama saya juga mengalami perlakuan yang sama…dilama-lamain…katanya sih gak bisa pipis lah…. Gak mau minum susu lah….tapi setelah tak ambil paksa…tentu saja dengan menandatangani pernyataan bahwa RS tidak menanggung akibatnya jika sampai terjadi apa-apa….ternyata sampai di rumah tidak terjadi apa-apa…minum susunya dokoh…kencingnya lancar, malah bikin pusing ibunya karena harus sering gonta-ganti popok…dan sehat wal’afiat sampai umur hampir 6 tahun saat ini….

Memang sejak lama saya menengarai tentang matinya fungsi sosial bagi sebuah rumah sakit…dan itu menurut saya disebabkan oleh munculnya para manajer rumah sakit….mungkin berawal dari munculnya jurusan penghasil Sarjana Kesehatan Masyarakat dengan lanjutannya Magister Administrasi Rumah Sakit…..Jurusan itu sekan-akan membuka mata para dokter yang selama ini asyik dengan dunia kesehatannya untuk lebih jeli memanfaatkan aspek bisnis yang sangat menggiurkan dari sebuah rumah sakit….Betapa tidak…?! Lawan dari manajer itu hanyalah para pesakitan yang tidak berdaya…alias para pasien yang notabene sedang buntu fikirannya akibat sakit…sedang kepepet karena mengharapkan sebuah kesembuhan….sebuah posisi tawar yang tidak menguntungkan dari sebuah konsumen…dengan tingkat elastisitas nol persen….dalam arti berapapun harga yang dipatok seorang produsen….konsumen mau tidak mau….harus mau beli…!!

Kondisi itu menimbulkan apa yang sering diistilahkan sebagai mafia kesehatan…. dimana menurut yang saya dengar, itu melibatkan dokter, apoteker, produsen obat, distributor obat….yang muaranya adalah mencekik para pesakitan yang bernama pasien….Gimana tidak, sebagai contoh seorang dokter dengan enteng akan memberikan resep obat ‘titipan’ dari seorang distributor obat dengan imbalan komisi tentunya…tanpa peduli kualitas si obat dan harganya yang begitu mahal bagi pasien……Kondisi ini kayaknya tidak terjadi di Indonesia saja….Komik Jepang semisal “Welcome to the Black Jack” sedikit banyak memaparkan kasus-kasus mafia kesehatan di Negara semaju Jepang….Dan dokter jujur nan idealis digambarkan akan dikucilkan oleh para mafia itu…..

Hasilnya apa…?! Keluhan-keluhan pasien tentang mahalnya biaya pengobatan….diskusi-diskusi panas tentang kasus-kasus penolakan pasien miskin oleh sebuah rumah sakit….padahal rumah sakit itu telah menerima subsidi dari pemerintah…..penyanderaan bayi akibat orang tuanya tak mampu bayar…belum lagi kasus-kasus malpraktek….salah obat yang berakhir meninggal atau cacatnya si pasien….Rasanya sangat kontras jika kita bandingkan dengan gedung-gedung rumah sakit yang semakin megah….seperti kondisi rumah sakit tempat istri saya melahirkan….yang saat ini sudah begitu megah jika dibandingkan dengan kondisinya pada tahun 2001 lalu….

Ah…. nulisnya sudah terlalu panjang kayaknya….bikin pusing yang ngebacanya….yang jelas bukannya saya eman-eman dengan duit saya… pa lagi ini demi kesehatan anak dan istri….saya dalam hal ini hanya benci jika diakali…apa lagi diapusi…Tetapi sekali lagi saya juga pasien yang tidak berdaya….hingga terpaksa harus manut wae saat disuruh memperpanjang masa nginap anak dan istri saya di rumah sakit oleh para bidan….gak pa-pa Pak, yang penting anaknya sehat…Ya to…?! Begitu kata seorang Bapak Muda penuh semangat….Ya..sudah….yang penting semua sehat….sementara kuping harus saya tutup rapat-rapat jika berpapasan dengan tetangga….yang dengan sinis berkata…ah rumah sakit PR mah biasa….kalau ada pasien mau pulang…yo diangel-angel…ben bathine akeh sikeeeeek…..

4 Balasan ke Matikah Fungsi Sosial dari Rumah Sakit…?!

  1. anggara mengatakan:

    Pertamax!….lihat UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen pak

  2. vandoyo mengatakan:

    ya begitulah bos … yang penting leilani lahir selamat ibunya juga

  3. Nadine mengatakan:

    Saya tidak setuju dengan artikel saudara mengenai lahirnya magister administrasi rumah sakit yang anda tuding sebagai “biang kerok” matinya fungsi sosial rumah sakit dan “membuka” mata dokter agar berbisnis. karena ironisnya, dokter sendiri lah yang membisniskan profesi mereka dengan berkerjasama dengan elemen lain yang tentu saja merugikan pasien. Dasar bahwa FKM adalah sarang yang telah melahirkan manajer bisnis yang anda tuding diatas sangat tidak berdsar, karena esensi dari FKM adalah berkegiatan preventif instead of kuratif.
    semoga dapat membantu

  4. novi wijayanti mengatakan:

    pertma trimaksih pak sdh bntu saya nyari tugas masalh d rs
    tdk smua elemen rumah sakit mnjdi pmbisnis produk rs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: