Red Cliff : Expresi Kualitas seorang John Woo….

John Woo pernah menjadi salah satu komoditas Hollywood terpanas yang diimpor dari Hongkong. Banyak sutradara Amerika yang banyak mengagumi karya-karya John Woo, sebagai misal Quentin Tarantino dan Roberto Rodrigues, utamanya dalam mengarahkan adegan-adegan laga…Bahkan konon trilogy Matrix dari Wachowsky bersaudara lahir karena inspirasi adegan laga yang dikembangkan oleh Woo (Woo style). Maka demikianlah, Woo kemudian mengguncang Amerika lewat film-film The Rock dan Face/Off….Hanya saja, John Woo kemudian harus menelan kegagalan saat dipercaya menggarap film besar selanjutnya yakni ….(lupa aku, yang jelas filmnya tentang seorang ahli sandi asal Indian di perang Amerika versus Jepang di Australia…) dan selanjutnya semakin terpuruk (walau telah disokong Bruce Willis dan Monica Belluci) akibat Tears the Sun….hingga nama John Woo kemudian tenggelam dan dilupakan Hollywood sama sekali…

Tapi sebagai salah satu sineas besar Asia, tentu saja John Woo tidak mau namanya dikenang sekejap saja….walau sempat beberapa tahun fakum gak bikin film…di tahun 2008 – 2009 ini Woo muncul dengan karya terbarunya Red Cliff…sebuah epik yang menceritakan pertempuran sungai paling terkenal dalam sejarah China khususnya dalam pertikaian legenda tiga Negara….Dan walau berbujed tidak terlalu super jika dibandingkan film-film Hollywood (karena hanya dibiayai produser Hongkong yang relative lebih cekak kantongnya….), tapi kualitas filmnya sendiri begitu mempesona…. Dan seperti biasa, John Woo kembali pada mainan favoritnya yakni adegan laga yang megah, indah, kolosal dan artistic….hingga bagi saya bisa dikatakan tidak kalah dengan adegan perang kolosal milik trilogy The Lord of The Rings….Dan di film ini Woo berupaya keras keluar dari pakemnya yang selama ini identik dengan gunfight nan keras….untuk menggantinya dengan pedang dan tombak serta luncuran panah…..Dan Woo dalam hal ini cukup berhasil memvisualkannya…bahkan mevariasinya dengan pertempuran sungai termegah yang pernah ada dalam jagad perfilm-an dunia….!!

Kisah Red Cliff sendiri bagi saya sudah cukup akrab mengingat saya sempat mengikuti secara rutin kisah tiga Negara lewat komik “Legenda Naga”…hingga mengikuti jalan cerita Red Cliff ibarat melihat visualisasi sebagian dari komik tersebut….hingga belum jilid pertama pun saya sudah tahu akhir dari pertempuran sungai itu….ya…namanya juga mevisualkan cerita sejarah, pasti orang sudah tahu dong jalan ceritanya….Tapi saya jamin orang yang gak pernah ngebaca cerita sejarah China pasti akan lebih menikmati kisah Red Cliff dengan lebih utuh sebagai sebuah film….Hanya saja dalam hal ini John Woo berhasil menyisipkan adegan-adegan indah yang bikin kita enggan untuk beranjak dari tempat duduk atau sekedar mematikan player DVD-nya…..diantaranya….

1. Adegan dimana sang ahli strategi Zhang Zhi Ghe (Takeshi Kaneshiro) menerima tantangan Zhou Yu (Tony Leung) buat menyediakan 100 rebu anak panah bukan dengan membuatnya melainkan dengan memancing musuh lewat perahu kosong yang segera dihajar ribuan panah musuh saat mendekat….

2. Adegan pertempuran sungai semu buat mengambil panah musuh menjadi sesuatu yang lucu sekaligus menyenangkan…apalagi saat Zhi Ge sengaja meninggalkan sebuah perahu kosong buat dipakai sebagai bukti kebrilianan taktiknya pada Cao-Cao hingga segera memenggal 2 Jendral ahli sungainya yang ceroboh….sesuatu yang kemudian sangat disesalinya….

3. Adegan melempar anak panah pada pot yang dilakukan dengan penuh makna…yakni antara Zhou Yu versus para jendral-jendralnya yang rata-rata emosional….hingga Yu yang tenang dan selalu fokus tersebut menang dengan mutlak ….

4. Adegan perang sungai yang penuh api, dengan adegan indah saat perahu pihak Zhou Yu menabrakkan badannya pada kapal-kapal Cao Cao yang salah perhitungan dalam membaca arah angin….

5. Adegan adu strategi antara Cao Cao versus Zhou Yu cs., dimana Cao Cao memulai aksi liciknya dengan mengirim ratusan mayat prajurit yang mati ke sebrang sungai buat menularkan penyakit typus pada prajurit selatan….hasilnya cukup ampuh hingga menyebabkan Liu Bei mundur dari peperangan…sesuatu yang ternyata hanya buat mengecoh Cao Cao semata….karena begitu perang besar di darat dimulai….Liu Bei terbukti kembali dengan pasukan lengkap dan tenaga yang segar….

6. Adegan strategi kura-kura ala prajurit Sparta di “300” atau Troy yang cukup seru walau kurang orisinil….

7. Adegan penghancuran benteng Cao Cao yang sangat kolosal ples riel serta dibumbui pengorbanan seorang jendral dari pihak Zhou Yu….

8. Adegan pengahncuran mental besar-besaran buat Cao Cao, dimana dia dibiarkan hidup dengan dua jendralnya….ditinggal diantara ribuan bangkai pasukannya yang kalah total…..

Kisahnya sendiri bermula di Red Cliff 1, dimana diceritakan sang perdana mentri Cao Cao sibuk ngoyak-ngoyak Liu Bei beserta rakyat yang setia padanya….hingga mereka harus terpojok sampai ke gerbang kerajaan selatan. Di Gerbang kerajaan selatan, Liu Bei kemudian berjumpa dengan Jendral Zhou Yu yang siap menghadang balatentara Cao Cao. Dan di Red Cliff itulah kemudian terjadi adu strategi serta adu licik antara Cao Cao versus tentara selatan….yang berujung pada perang sungai dahsyat dan terpukul mundurnya pasukan utara pimpinan Cao Cao….

Bagi saya, walau gak begitu orisinil dan banyak mencuplik adegan laga disana sini tapi film ini adalah merupakan salah satu film megah yang pernah dibuat jagad perfilm-an Hongkong….Denger-denger sih John Woo pengen membikin kisah Red Cliff sebagai sebuah trilogy…hanya saja jika dilihat hasil jelid duanya maka gak ada lagi yang perlu disaksikan dalam jilid ketiganya mengingat kekalahan pasukan Cao Cao…tapi siapa tahu…?! Yang jelas, film ini merupakan bukti kualitas seorang John Woo…hingga banyak orang yang akan menantikan karya selanjutnya dari Woo….Jadi, apakah akan terwujud jilid ketiga…atau malah Woo kembali digaet Hollywood lagi….buat melengkapi euforia Asia pasca kemenangan Slumdog Millionare….?! Hanya satu kata….Anda harus nonton film ini terlebih dahulu….!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: