Film Yang Bikin Anda Melayang-Layang

Film apa yang bikin kita melayang-layang….?! Jawabnya tentu saja adalah film percintaan. Bermacam film percintaan telah dibikin dengan tema bervariasi sekaligus bergenre-genre. Sebagai misal sebuah film dengan tema percintaan akan mudah dibikin film dengan bermacam-macam genre…seperti kisah percintaan serius yang bikin kita menangis, kisah percintaan yang mendayu-dayu, kisah percintaan yang dikemas dalam balutan komedi yang bikin ngekek-ngekek, kisah percintaan yang dibalut sex kental hingga bikin penontonnya panas dingin, kisah percintaan yang dibalut dalam kisah petualangan, kisah percintaan yang hanyalah sebuah selingan dari sebuah film aksi, kisah percintaan yang dibikin serealistis mungkin alias tidak selamanya cinta itu menyatu, kadang bertepuk sebelah tangan, kasih tak sampai, atau mungkin kasih tak jadi menyatu akibat sesuatu hal…hingga bisa dikatakan percintaan merupakan sebuah tema yang hampir selalu ada di setiap genre film.

Walau demikian banyak orang menyatakan bahwa fim yang ’pure’ percintaan merupakan film yang tidak kreatif….karena akhir kisah cinta seringkali sudah tertebak alias hanyalah sekedar pengulangan dari film-film percintaan yang terdahulu. Tapi gak bisa disalahkan juga sih…..mengingat genre film ini sudah dibuat terlalu banyak hingga hampir gak ada ruang lagi buat memunculkan sesuatu yang baru… Lalu mengapa film ini selalu saja dibuat…..?! Tentu saja karena seluruh penonton selalu seneng jika sebuah film ada muatan kisah cintanya, baik itu merupakan kisah utama atau hanyalah sekedar pemanis kisah film semata. Saya sendiri sih sebenarnya gak terlalu suka dengan film dengan genre percintaan murni….walau akibat gairah romantisme yang meluap kadang nyempetin diri buat nonton walau hanya di televisi atau via DVD doang…..tapi seperti halnya yang lain, sebuah film rasanya gak lengkap jika gak ada kisah cintanya. Dan yang paling aku suka dari film percintaan adalah kisah percintaan yang gak lumrah atau yang lebih kearah temen menjadi demen gitu….atau tepatnya film percintaan yang bikin kita bisa berkhayal melayang-layang di angkasa…..

Tiga Hari Untuk Selamanya
Sejak Janji Joni, saya selalu menjadikan Nicolas Saputra sebagai salah satu bintang film Indonesia masa kini favorit saya mengingat film-filmnya yang langka tetapi selalu berkesan. Sebagai misal dari film garapannya Riri Riza ini yang lagi-lagi mengambil Genre yang gak lumrah. Di Film ini seolah-olah Riri Riza hendak mengajarkan pada kita bahwa pria dan wanita itu memang kodratnya menjadi pasangan. Artinya apa, tanpa didahului adanya cinta seorang pria dan wanita yang berkumpul bersama secara otomatif akan saling tertarik dan lama kelamaan akan saling jatuh cinta juga. Jadi pola yang dipakai orang-orang jaman dahulu yang suka menjodohkan, gak begitu salah sama sekali. Atau ingat-ingat pengalaman masa KKN yang temen-temennya biasa-biasa saja….eee…. setelah satu bulan ngumpul jadi makin cantik and menarik saja….

Film Tiga Hari untuk Selamanya, menceritakan kisah seorang pemuda lugu (Nicolas Saputra) yang diminta pamannya buat mengantar barang antik dari Jakarta ke Yogya…yang oleh karena sesuatu dan lain hal terpaksa harus melakukan perjalanan itu bersama putri pamannya alias masih sepupunya juga….Perjalanan Jakarta-Yogya selama 3 hari itulah yang kemudian menjadi inti cerita fim ini…dimana dua orang yang semula kurang cocok and memiliki watak yang berbeda…berhubung mereka tetep seorang wanita dan pria maka mau gak mau rasa simpati pun pelan-pelan datang menghampiri…walau akhirnya tidak sampai pacaran…tapi perjalanan tiga hari itu bener-bener merupakan perjalanan yang sangat berkesan dan tak terlupakan seumur hidup….

3hus-1
Sex is Zero
Pernahkah Anda berkhayal di usia yang sekarang harus kembali ke kampus…lalu bayangkan apa yang terjadi. Yak….betul. Sebagai lelaki normal Anda akan sibuk menelan ludah akibat banyaknya pemandangan indah yang ada di kampus. Dan itulah yang rasanya hendak diceritakan oleh film Korea ini dimana seorang pria berumur 28 tahun bernama Eun Shik (Chang Jung Lim) harus menempuh masa-masa kuliahnya akibat terlebih dahulu harus mengikuti wajib militer. Tentu saja yang terjadi adalah bukannya sibuk kuliah tetapi malah sibuk ngejar-ngejar para gadis…yang rata-rata emoh jadi pacarnya…akibat umur dan gayanya yang sudah ketinggalan banget…..

Walau idenya tidak orisinil dan sedikit niru Amerikan Pie, film ini begitu lucu hingga gak bosen ditonton berulang kali…khususnya bagi mantan laki-laki mesum yang masa kuliahnya dilalui dengan penolakan-penolakan cinta seperti saya misalnya he…he…he…. Soalnya kalo saya yang sekarang kembali ke kampus pastilah nasibnya tidak seburuk sang tokoh utama…..minimal seperti temen-temennya yang sepanjang film kebagian adegan ranjang…..sementara tokoh utama gak pernah ’bathi’ sama sekali. Tapi sumpah, terlepas dari adegan panasnya yang bikin puengueen banget….film ini bener-bener lucu sekaligus jorok juga….Bayangin aja ada adegan ngrebus sperma hasil onani akibat gak adanya telur…..Atau juga adegan sang wanita yang maunya hanya maen atas tapi takut kehilangan keperawanannya….hingga buat ’menolong’ si lelaki yang kadung ’mucuk’ dia terpaksa harus meng-onani partnernya sampai tangannya pegel-pegel….

M0010011_sex_zero_posterH585-
Jagad X Code
Film yang dibintangi ”Rano Karno Millenium” yakni Agus Ringgo menceritakan tentang kisah anak-anak lembah Kali Code di Yogyakarta dalam usaha mendapatkan mimpi-mimpinya. Disini sang tokoh utama kemudian bertemu dengan cewek cantik anak orang kaya yang punya penyakit kleptomania. Tentu saja si Ringgo serta merta langsung jatuh cinta pada si cantik itu…Walau cewek itu tak menolak untuk bersahabat dengan anak-anak Kali Code yang lugu-lugu hingga gak tau apa yang dinamakan ‘flash disk….Tapi tentu saja sang sutradara gak mau terjebak dalam romantisme konyol nan gak masuk akal….sebab mimpi itu sering lebih indah daripada kenyataan….. hingga proposal Ringgo tertolak dengan sukses…..

Kisahnya sih sederhana, tetapi lokasi perkampungan kali code yang unik menjadi nilai lebih film ini…..tentu saja penampilan Agus Ringgo yang usil and gokil abes menjadi daya tarik utama film ini…hingga bikin kita ngekek-ngekek and melupakan susahnya hidup di tepian kali code…

090110_h_index
Doa Yang Mengancam
Bagi saya film ini sangat orisinil dari segi tema…..dimana diceritakan kesedihan Madrim (Amink) sang tokoh utama akibat ditinggal minggat istrinya yang tidak tahan lagi hidup miskin bersama suaminya. Setengah gila, Madrim kemudian berdoa sembari mengancam tuhan yakni akan murtad jika dia tidak diberi kekayaan sekaligus menemukan istrinya kembali. Akibat disambar petir, Madrim kemudian memiliki kemampuan melihat masa depan hingga rejeki pun berdatangan menghampiri…Tapi ironisnya kemampuan yang dimiliki tersebut walau mendatangkan kekayaan tetap tidak membuatnya bahagia bahkan kemudian menderita karena istri yang dicarinya itu ternyata berprofesi menjadi seorang wanita panggilan kelas atas….malu bertemu dengan dirinya hingga memilihnya bunuh diri….Dari sini sang tokoh Madrim kemudian berusaha berdo’a kembali agar kekuatannya itu diambil lagi dari dirinya….Sebuah film yang penuh dengan petuah walau disajikan dengan halus…yang intinya agar kita tidak terlalu silau dengan kehidupan kaya orang lain karena hal itu belum tentu enak….

Cinta dalam film ini dilukiskan pada rasa cinta tokoh Madrim yang begitu besar pada Leha (Titi Kamal). Sangking besarnya cinta tersebut, Si Madrim sampai-sampai rela menipu Leha saat mau melamarnya yakni mengaku-ngaku sebagai pengusaha walau kenyataannya dia hanyalah sebagai seorang kuli angkut di pasar. Cinta yang demikian besar itulah yang kemudian menuntun Madrim buat menghalalkan segala cara, termasuk lewat do’a yang mengancam, agar dapat bertemu istrinya…Dan memang akhirnya dio’a Madrim terkabul…jadi kaya dan dapat ketemu istrinya walau hanya sekejap dan hanya sekedar menyaksikan orang yang dikasihinya bunuh diri di depan matanya…..

dym

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: