Motor Kreditan

Perlu diketahui, di Republik ini saya mungkin dianggap oleh sebagian orang sebagai manusia yang aneh…norak mungin sedikit ndeso…walau saya sendiri menganggapnya biasa-biasa saja. Hal itu disebabkan oleh ketidakbecusan saya dalam menangani sepeda motor…. Kalau ngutak ngutik motor ndak bisa sih menurut banyak orang biasa-biasa saja…. Hanya saja, saya termasuk manusia yang tidak bisa naik motor di depan…alias seumur hidup hanya bisa membonceng saja…alias nggak bisa nai motor sama sekali….!!

Semuanya gara-gara pesen penting ayah saya yang mewanti-wanti agar saya tidak pakek barang silihan…. apa saja, termasuk motor. Bukan apa-apa, soalnya kami ini termasuk keluarga miskin hingga jika terjadi sesuatu terhadap barang pinjeman, apalagi motor yang harganya mahal, itu akan menyusahkan keluarga buat menggantinya….Sebuah petuah yang berguna bagi kestabilan emosi saya hingga saya termasuk orang yang nggak gampang tergiur dengan gemebyar-nya dunia….walau tentu saja sangat mengganggu aktivitas percintaan saya sebagai seorang anak muda. Gimana tidak, mana ada yang mau berpacaran dengan seorang lelaki yang gak bisa naik motor…..Gak pa pa juga sih jika si wanita yang mboncengin….hanya saja, mungkin mereka-mereka itu takut kalo pas mboncening saya….tangan saya akan memegang ‘sesuatu’ yang patut dipegang…. sementara di bagian bawah pasti ada ‘sesuatu’ juga yang menyentuh-nyentuh ingin dipegang…….

Sebenarnya malu juga diriku yang sampai tua bangkotan begini kagak bisa naik motor…. kalah sama anak-anak ingusan yang sekolahnya masih pakek celana pendek tapi sudah wira-wiri ngebut dengan sepeda motornya…bahkan sambil cengengesan saat disemprot Bapak-Bapak yang nyaris diserempet akibat gaya nyetirnya yang masih liak liuk….. Tapi mau belajar juga sudah kadung malu konangan banyak orang…. wong wis tuwo koq gak iso numpak motor…. skalian gak usah blajar, wong gak biso numpak motor juga gak begitu pengaruh dengan kehidupanku. Apalagi saya tinggalnya di kota yang kemana-mana dekat…Dan kalau tujuanku jauhan dikit khan banyak angkutan kota, mulai bus sampai dengan colt or omprengan lainnya…..Dan jika badan lagi capek, saya tinggal nelpon taxi yang siap sedia mengantarku kemana saja kumau pergi….Mahal….?! ya… sedikit mahal juga sih…hanya saja jika sedikit bokek apara Abang-Abang Ojeg yang lagi nongkrong di perempatan dekat rumahu pasti akan tersenyum ramah setiap melihat kedatanganku….”Mau diantar kemana Pak….?” Jadi gak ada masalah to akunya gak bisa numpak motor….karena gak bisa numpak motor tentu saja akunya pun gak berminat buat beli motor…

Kalao urusan naik motor, tentu saja akunya kalah sama istri yang waktu mudanya termasuk ‘perawan liar’ yang sedikit tomboy dan suka motoran dengan temen-temennya sampai ke Bantul atau Parangtritis. Sebenarnya kasihan juga aku sama istri karena begitu tak boyong ke Semarang dianya jadi berpisah dengan motor kesayangannya. Tapi sebagai suami aku khan berhak menentukan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh istri saya. Apalagi saya melihat lalu lintas Kota Semarang begitu semrawut penuh dengan atraksi ngawur para ‘pembalap jalanannya’ hingga aku takut jika mengijinkan istriku naik motor di jalan raya maka dia hanya akan menjadi salah satu korban kesembronoan orang lain di jalan raya….Walau sedih juga melihat istriku pergi kemana-mana harus rela jalan kaki atau berpanas-panas naik omprengan…tapi hatiku lebih tenang melepasnya pergi. Tentu saja dengan pesen jika capek….naik ojeg saja…. atau kalo gerimis naik taxi saja….boros dikit tidak apa-apa, asal semuanya tenang, selamat and sehat…..

Desember ini, mau tidak mau saya harus membelikan istriku sebuah motor. Semuanya gara-gara waktu kepindahanku ke rumah baruku semakin mendekat. Masalahnya adalah rumah baruku itu sedikit jauh dari lingkungan kota…apalagi jalan ke perumahanku itu sedikit naik turun hingga sedikit menyulitkan (dibanding rumah kontrakanku lo…) jika hendak pergi kemana-mana. Sebenarnya sih gak masalah jugasepanjang kita gak banyak pergi kemana-mana alias tinggal di rumah teros….Hanya saja, anak mbarepku ngotot tidak mau pindah sekolah….hingga mau tidak mau kita tetep butuh motor buat nganter jemput anak manisku itu ke dan dari sekolah….walau sebenarnya tidak jauh tetapi lokasi sekolah anakku jika dari rumah baruku akan sedikit muter….hingga akan memakan banyak watu jika harus ditempuh dengan naik angkutan. Tentu saja akunya terpakso harus membelikan motor buat istri saya yang nantinya akan berperan sebagai tukang antar jemput….. mengingat akunya yang gak bisa naik motor itu tidak bisa diandalkan….

Perkara membelikan motor juga gak begitu mudah. Masalahnya adalah istri saya pengen punya motor yang biasa saja alias pakek koplingan…tapi saya sendiri maksa agar kita beli yang model matic saja…alias yang tinggal ngegas and ngerem saja. Tujuannya jelas, siapa tahu akunya yang takut belajar motor tiba-tiba saja pengen and berhubung naik sepeda onthel akunya bisa maka matic lah pilihan terbaik buat mencoba. Yah…walau gak pengen banget naek motor, tapi khan lumayan jika akunya bisa…minimal buat nyari sego kucing or Burjo atau sekedar nyari warnet yang lokasinya memang agak jauh dengan rumahku yang baru. Na….kalau dari bisa itu akunya jadi demen, cocok and malah jadi kebutuhanku yang kesekian maka akunya berjanji akan membelikan istriku satu lagi yang model koplingan. Hanya saja, pilihan yang model matic agak terbatas juga. Dari merek Honda ada Honda Beat yang anak muda banget and agaknya terlalu kecil jika dipakek bareng-bareng…..Lalu ada juga Honda Vario yang cukup besar tapi kayaknya agak kemahalan deh…. Sementara dari Yamaha ada si mungil Mio yang saat ini merajai jalanan Kota Semarang….padahal akunya agak males jika punya barang yang disama-samain sama banyak orang….

Iseng-iseng di suatu siang aku mampir di sebuah dealer Suzuki di pertigaan BPG jalan Setiabudi. Dan eh…ternyata koleksi matic Suzuki cukup banyak. Ada Spin yang mungil, lalu ada Sky Drive yang sekelas Vario dan ada Sky Wave dengan double….. Wah menarik juga, lumayan keren sekaligus beda dengan milik banyak orang….Apalagi harganya pun relatif lebih murah dibanding dengan yang lain. Karena yang pengen beli motor bukan saya maka hari berikutnya tak ajak anak dan istri saya buat niliki tuh dealer. Dan seperti dugaan saya mereka pun jatuh cinta…bahkan langsung memilih sky drive biru sebagai motor impiannya. Tanpa banyak bertele-tele akunya langsung numpuk syarat-syarat yang diperlukan. Dan pihak dealer pun berjanji akan segera mengutus pihak leasingnya untuk datang ke rumah kontraanku buat teken kontrak. Dan benar juga, menjelang magrib pihak leasing datang…dan kusambut dengan penuh sopan. Agak kaget juga saat mengetahui pihak leasing gak sempat mampir dealer terlebih dahulu sehingga mereka malah pengen lihat syarat-syarat yang diperlukan. Sedikit heran juga tapi berhubung gak punya kopiannya lagi maka syarat-syarat asli seperti KTP, KK, Daftar Gaji, Rekening Listrik tak perlihatkan saja pada mereka…sebelum kemudian kami diminta teken kontrak…..beres…..

Besoknya aku sedikit sibuk karena ada tugas mengikuti kursus di Hotel Novotel Semarang dan baru pulang menjelang magrib. Agak terkejut juga saat sampai di rumah istriku menunjukkan sms dari delaer suzuki…yang intinya permintaan kredit saya ditolak leasingnya suzuki dan apabila saya masih berminat ngambil tuh sky drive biru maka saya akan dioperkan pada leasing lain. Kaget, bingung, heran, campur mangkel ples sekaligus terhina. Lho apa masalahnya permintaan kredit motor saya ditolak. Saya sudah penduduk Semarang, kerjaan jelas, gaji cukup buat ngangsur….koq bisa-bisanya ditolak. Sementara tetangga saya yang notabene hanya pekerja pabrik koq dengan enaknya bisa ngambil motor (walau ngambilnya bukan pada Suzuki). Lalu kenapa kalo ditolak koq dianya malah nawaridari leasing lain…..?! Kayaknya ada yang gak beres ni….Ingin rasanya kudatangi tuh dealer…mau tak labrak and tak pisuhi karena berani-beraninya nolak permohonan kreditku…..gendheng masa disaat banyak dealer berlomba-lomba nyari nasabah…eee…tuh dealer dengan sombongnya berani nolak permohonanku…..

Sebenarnya akunya ditolak sih gak pa pa emang siapa yang butuh motor….tapi ngelihat ekspresi kecewa istriku yang kadhung suka….juga ana mbarepku yang melas karena pengen banget punya motor…atau anak kecilku yang setiap kali aku berangkat kerja selalu dengan polosnya bertanya….”Bapak mau beli motol….?” bener-bener membuatku merasa tak berguna sebagai orang tua. Pokoknya pengen kulabrak deh rasanya…walau waktu ngelabaraknya yang gak ada akibat akunya yang lagi sibuk-sibuknya kursus….yang ternyata bikin aku berkepala dingin buat mengurungkan niatku yang gak ada gunanya…. Yah lebih baik nyari jalan lain lah. Dan bener saja…jalan itu datang saat aku cerita sama temen-temen akan nasib nelangsaku itu. Pertama dari temen yang istrinya kerja di Bank BPD dengan menyarankan untuk utang saja…walau sebenarnya aku ngeri juga dengan habitku yang gak bisa lihat uang banyak…..pasti pengennya ngehabisin saja…. Juga dari Bank Permata yang menawarkan kartu kredit buat beli motor….walau menurut temenku bunganya agak tinggian…..Apalagi denger-denger sekarang beli motor secara cash agak susah karena dari dealer memang targetnya sebian besar penjualan dengan kredit….

Dan yang paling menarik adalah tawaran temenku yang kebetulan rumahnya gedong ples ketua RW lagi buat minjam namanya. Maksudnya, walau aku yang sebenarnya ngredit tapi pura-puranya yang beli temenku itu agar bisa lolos saat disurvey. Memang sih BPKB-nya jadi atas nama temenku….tapi katanya kalo udah lunas balik namanya gampang deh…. Ya…. sudah setelah tak konsultasikan istri maka tawaran temenku yang terakhir ini yang kusetujui. Dan pagi itu kami berdua pun meluncur ke salah satu dealer Suzuki yang ada di Ungaran. Sempet kaget juga dengan gaya kawanku yang maksa-maksa tuh dealer buat ngabulin permintaannya….beda banget deh dengan gayaku yang sopan dan sangat menghargai HAM. Dan herannya jam 10 kita ke dealer…jam 13, petugas surveynya datang…..jam 17.00 motornya sudah diantar ke rumahku….. Uedaaan….. campur surpraise berat…..

Demikianlah lika-likunya aku punya motor kredian. Satu yang aku pelajari adalah orang Indonesia itu punya tambahan keanehan….Masa tak adepi dengan sopan dan ramah…. permintaan kreditku ditolak…sementara yang gaya preman bermobil dengan entengnya dipenuhi….Emang para sales kita itu gak bisa membedain mana orang yang jujur dengan yang tidak ya….Apa emang mereka banyak jumpa orang baik tapi ngemplang…..?! Bingung aku. Yang jelas malam itu aku sibuk mandangi dua anak perempuanku yang asyik naik turun motor baruku yang lagi diparkir di ruang tamu…..kadang-kadang tetawa-tawa… kadang-kadang yang kecil menjerit-jerit akibat digoda gak boleh naik sama embaknya….sementara ibunya sibuk menthelang mentheleng nglarang sana nglarang sini sama anak-anaknya….takut motornya ambruk hinga belum-belum sudah lecet sebelum sempet digunakan….Sementara aku sendiri hanya klekaran sembari senyam senyum melihat tingakh merea bertiga…suenyum bahhaaagiaaaaaaa…….

3 Balasan ke Motor Kreditan

  1. Eltoro mengatakan:

    turut bahagia atas motor barunya sekaligus heran.
    Suzuki penjualannya sedang menukik (secara market share) kalah jauh dibanding Honda n Yamaha. Sewajarnya dealer Suzuki menekan leasing agar bisa jualan.

    pengiriman motor memang biasanya sore agar ketemu sang pembeli / kepala keluarga yang dianggap sudah pulang kerja.

  2. EIluminadakie mengatakan:

    Used Car Parts

  3. I love what you guys tend to be up too. This type of clever work and reporting!
    Keep up the wonderful works guys I’ve you guys to blogroll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: