Pemakzulan Presiden : Sebuah Kemungkinan yang Mustahil atau Sebuah Kemustahilan yang Mungkin Terjadi…?!

Akhir-akhir ini wacana tentang pemakzulan Presiden mengemuka seiring semakin ruwetnya kasus pemberian dana talangan terhadap Bank Century…dimana para pelaku pemberian dana yang sementara bertindak sebagai saksi-saksi saling lempar bola panas alias saling menghindar bertanggung jawab terhadap kasus itu sehingga seolah-olah muara bola panas tersebut mengarah kepada orang nomor 1 di Republik ini…yakni satu-satunya saksi yang sampai saat ini belum pernah dipanggil oleh Pansus. Apalagi Fraksi Golkar mengemukakan 10 kejanggalan dalam pengucuran dana talangan tersebut maka serta merta beberapa anggota pansus mengemukakan wacana untuk memanggil presiden SBY ke ruang Pansus Century….sembari melontarkan wacana kemungkinan skenario pemakzulan Presiden jika terbukti nantinya SBY terlibat dalam kasus Century. Apalagi dalam sebuah kesempatan (gedung MK, 29 Januari 2010) Mahfud MD sebagai ketua Mahkamah Konstitusi menyatakan siap menggelar sidang pemakzulan Presiden jika benar-benar diperlukan. Sebuah pernyataan yang kontan menimbulkan gelombang demo besar-besaran di Jakarta yang disertai pembakaran foto-foto SBY secara terang-terangan dan bahkan diantara demonstran dari Pecat (Pemuda Cinta Tanah Air) membawa-bawa seekor kerbau (bernama SiBuya) sebagai lambang perlawanan terhadap arogansi pemerintah

Tentu saja, aksi demontran tersebut tentu saja segera mendapat perlawanan sengit dari kubu SBY. Dan tak tanggung-tanggung SBY memimpin sendirian di garda depan dengan mengeluarkan pernyataan adanya demokrasi yang kebablasan dan tanpa etika karena berani membakar-bakar foto seorang kepala negara ples menyamakannya dengan seekor kerbau yang notabene merupakan simbol kebodohan dan kemalasan. Lalu MenKumHam Patrialis Akbar (2 Februari 2009) juga serta merta mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada celah hukum bagi pemakzulan presiden dan wakil presiden karena konstitusi sudah mengatur secara ketat perihal itu dengan prinsip dasar bahwa negara menganut sistem presidensial dimana presiden itu tak bisa dijatuhkan di tengah jalan, karena dia dipilih melalui pemilihan umum.  Itu belum termasuk gelombang demo tandingan dari para pendukung SBY yang ternyata berlangsung damai alias tak ada bentrok antara satu pendemo dengan pendemo pada pihak lain. Sebuah kenyataan yang mengherankan sekaligus menggembirakan bagi para penonton kethoprak democrazy walau tentu saja sangat mengecewakan para aparat media he…he…he….

Lalu seperti judul tulisan diatas, apakah ide pemakzulan presiden itu merupakan sebuah kemungkinan yang mustahil atau sebuah kemustahilan yang mungkin terjadi…?! Sebelum dapat menjawab pertanyaan itu marilah kita tengok dulu persyaratan pemakzulan presiden seperti tercantum dalam UUD 1945 yang telah mengalami perubahan yakni pada pasal 7A Perubahan Ketiga UUD 1945 berbunyi: Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh MPR atas usul DPR, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. Dengan kata lain ide pemakzulan Presiden bukanlah sesuatu yang mustahil. Pertanyaannya, apakah semudah itu presiden dapat dimakzulkan tanpa ada perlawanan dari para pendukungnya yang notabene merupakan koalisi partai-partai atas pimpinan Demokrat…?! Jawabannya tentu saja tidak. Sebelum menguraikan alasan tersebut mari kita lihat terlebih dahulu mekanisme pemakzulan Presiden yang termaktub dalam UUD 1945.

Lalu bagaimana cara Demokrat menghambat usulan pemakzulan Presiden ?!

Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Demokrat untuk menghentikan proses pemakzulan Presiden SBY yang notabene merupakan pembina dari partai demokrat, dapat ditelusur sebagai berikut.

Pertama, dengan jumlah anggota 148 orang di Parlemen atau 26,43 % Demokrat apabila sendirian memang belum mampu menghambat proses pengajuan DPR kepada MK mengingat syarat pengajuan didukung dengan 2/3 anggota yang hadir. Akan tetapi, Demokrat tentu saja akan potensial menghambat proses tersebut jika para kompatriotnya yang para wakilnya ikut nyengkuyung SBY dalam kabinet, yang terdiri dari F PKS (10,18 %), F PAN (8,21 %), F PPP(6,61 %), F PKB (5 %) maka rasanya tak sulit buat Demokrat buat memenuhi suara 2/3 anggota parlemen buat menggagalkan proses tersebut. Bahkan jika PKS yang terkenal jujur tidak mau mendukung demokrat, sementara F PPP ’mutung’ akibat kadernya Bachtiar Khamzah dicokot KPK maka Demokrat masih bisa tersenyum dengan 39,64 % hanya dari dukungan 2 partai pendukung fanatiknya yakni dari PAN dan PKB.

Kedua, taroh kata semua fraksi mendukung pengajuan usulan pemakzulan ke MK, mengingat dalam politik memang tidak ada kawan abadi, Demokrat masih dapat menghambat proses pemakzulan presiden melalui mekanisme keputusan peradilan yang ada di Mahkamah Konstitusi. Seperti diketahui, MK berjumlah 9 orang dimana 3 orang merupakan usulan dari Presiden, 3 orang dari usulan MA dan 3 orang lainnya berasal dari usulan DPR. Na…..disini demokrat jelas akan mencoba mempengaruhi 3 orang yang berasal dari DPR tersebut untuk menggagalkan usulan pemakzulan Presiden. Dengan 3 orang yang berasal dari pemerintah maka Demokrat hanya butuh tambahan 2 orang anggota MK untuk menyatakan dawaan DPR terhadap presiden itu tdak benar.

Ketiga, anggaplah anggota MK orangnya bener-bener independen hingga kesalahan presiden diasumsikan dapat dibuktikan maka Demokrat masih dapat bermain lagi di tingkat MPR. Sekali lagi jika sendirian, suara Demokrat (21,29 %) belum cukup mengubah arah putusan MPR. Akan tetapi dengan tambahan suara kompatriotnya di MPR yakni F PKS (8,24 %), F PAN (6,65 %), F PPP(5,35 %), F PKB (4,05 %), ide pemakzulan presiden bener-bener menjadi ide yang mustahil. Apalagi Ical dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa Golkar memang tidak bersedia berkoalisi dengan Demokrat, akan tetapi Golkar selalu mendukung kebijakan pemerintah. Dengan kata lain cukup dengan suara gabungan Demokrat dan Golkar (36,85 %) maka tidak bakalan terwujud pemakzulan presiden seperti jaman pemerintahan Gus Dur. Itu belum termasuk suara dukungan dari anggota-anggota DPD dari daerah-daerah yang pro SBY….

Bagaimana….?! Apakah Anda masih yakin dengan ide pemakzulan presiden….?! He…he…he…dari analisis saya jelas terlihat bahwa pemakzulan presiden untuk saat ini kayaknya mustahil deh….Artinya, pemakzulan presiden hanyalah sebuah ide menarik untuk dibicarakan tetapi bukan untuk dilaksanakan. Kalau gak percaya….?! Tanya saja pada Gayus Lumbun yang jauh-jauh hari menyatakan bahwa pansus Bank Century tidak ada niatan sama sekali untuk menggiring hasilnya ke arah pemakzulan presiden. Jadi, kalau Anda termasuk kelompok-kelompok yang kadhung neg banget dengan SBY…. yaa….mohon ma’af saja. Salahkanlah rakyat kita yang masih mudah dibodoh-bodohi dengan taktik-taktik kampanye licik tapi murahan dari para marketingnya SBY…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: